Tuesday, July 14, 2015

Djalaludin Rumi: My Favorite Poem

Hai there,, back again on blogging. Entah kenapa akhir-akhir ini rasa males saya sedang kumad heu heu . Tulisan kali ini saya mau sharing soal Djalaludin Rumi. Pasti sudah banyak yang tau kan siapa beliau? Buat yang belum, saya akan berbagi sedikit sejarahnya.  

Djalaludin Rumi merupakan salah satu penyair terbesar dari Persia. Dilahirkan di Balkh, Provinsi Khurasan, Persia Utara tahun 1207. Pada usia 12 tahun dia meninggalkan kota kelahirannya dan menuju daerah barat dengan alasan datangnya inspirasi dari ilahi. Adapun alasan lainnya yang lebih logis adalah penyerbuan kaum Mongol ke daerah Khurasan. Akibat penyerbuan kaum Mongol yang terkenal sadis tersebut, keluarga besar Rumi akhirnya menetap dan tinggal di Rum (Turki). Pada usia 25 tahun  Rumi mulai mendalami ajaran sufi. Ajaran sufi merupakan ajaran yang berusaha menyatukan diri mereka dengan tuhan. Setelah gurunya yang bernama Burhanuddin wafat, rumi memangku jabatan syeikh. Jabatan tersebut diluar rencananya untuk belajar menjadi seorang sufi. Berkat kepribadiannya yang menarik akhirnya Rumi memiliki banyak murid. Perkenalan rumi dengan dunia sufi tersebut menghasilkan berbagai karya sastra sufi dengan  isi yang indah 1.

Perkenalan gue dengan puisi rumi dimulai dengan ketidak sengajaan pada masa galau (semua orang ngalamin kan?). Saat galau itu,  entah kenapa jadi ingat nama Rumi. Langsung googling dan keluarlah beragam karyanya yang di yang dibuat olehnya. Ada salah satu puisi yang bener-bener nancep di pikiran dan hati saya.  Syair tersebut judulnya “Malaikat Kegagalan”. Karyanya itu diambil dari kumpulan syair yang berjudul Feeling the shoulder of the lion.

Ini nih syairnya rumi yang saya ceritain di atas

Malaikat Kegagalan
Kau tahu bagaimana itu
Kadang-kadang kita merencanakan perjalanan ke suatu tempat
Tetapi sesuatu membawakita ke tempat lain
Tuhan menetapkan keinginan yang menggairahkan  dalam dirimu
Dan kemudian mengecewakanmu
Tuhan melakukan itu seratus kali
Tuhan mematahkan sayap-sayap dari satu niat dan kemudian memberimu sayap lain
Potonglah tali rencana itu
Agar kau selalu ingat akan ketergantunganmu
Tapi kadang-kadang rencanamu berhasil
Kau merasa puas dan tekendali
Itu karena, jika kau selalu gagal.
Kau mungkin menyerah, tapi ingat karena kegagalan itulah maka
mereka yang mencintai tetap sadar betapa mereka dicintai
kegagalan adalah kunci menuju kerajaan di dalam batin


In my opinion that poem totally beautiful. Dari satu puisi tersebut akhirnya saya niatin beli bukunya. Tapi sodara-sodaraa susah banget nyari bukunya di Indo. Nyari toko buku ternama di Indonesia gak pernah nemu. Sekalinya ada buku rumi yang bagus harus beli di amazon atau e-bay. Akhirnya melipirlah saya di pusat penjualan buku palasari, dan akhirnya dapet. Ini nih buku yang saya dapet.





Sejujurnya sampai sekarang saya belum mampu menyelesaikan bukunya. Banyak syair yang cantik dan perlu pemahaman tingkat dewa. Berasa belajar filsafat gitu +_+. Tapi buat saya pribadi buku Rumi ini ga ada salahnya untuk dikoleksi.

Semoga puisi rumi yang saya share bisa ngasih pencerahan dan motivasi buat kalian yang mampir dan baca post ini. Semoga juga pada ketularan suka dengan karya Djalaludin Rumi. Sampai jumpa di post berikutnya ya ..Ciao

No comments:

Post a Comment